
BENGKULU – Transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi industri perbankan syariah di Indonesia. Menanggapi fenomena tersebut, sebuah Seminar Nasional bertajuk “Peluang dan Tantangan Bank Syariah di Era Digital” sukses digelar pada tanggal 21 November 2023 di Kota Bengkulu.
Acara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi bagi para intelektual muda dari berbagai perguruan tinggi ternama di Provinsi Bengkulu.
Kolaborasi Lintas Kampus
Seminar ini dihadiri oleh puluhan delegasi mahasiswa yang antusias dari berbagai universitas, antara lain:
- UINFAS (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)
- UNIB (Universitas Bengkulu)
- UNIHAZ (Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH)
- Universitas Dehasen
- Serta perwakilan dari beberapa kampus lainnya di lingkungan Kota Bengkulu.
Kehadiran perwakilan dari berbagai kampus ini menunjukkan semangat kolaborasi yang tinggi dalam memajukan literasi keuangan syariah di kalangan generasi Z.
Fokus Utama Kegiatan
Kegiatan ini dirangkaikan dengan agenda Pelantikan Pengurus ASBISINDO (Asosiasi Bank Syariah Indonesia) Kompartemen BPRS Wilayah Bengkulu Periode 2023-2028. Melalui seminar ini, para peserta dibekali wawasan mengenai:
- Adaptasi Teknologi: Bagaimana Bank Syariah mengintegrasikan teknologi fintech untuk mempermudah akses nasabah.
- Keamanan Siber: Tantangan perlindungan data di tengah masifnya transaksi digital.
- Potensi Pasar: Menggali peluang besar ekonomi syariah di Indonesia yang merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar.
Harapan untuk Masa Depan
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam seminar ini adalah peran mahasiswa sebagai jembatan informasi kepada masyarakat. Dengan pemahaman yang matang mengenai sistem perbankan syariah yang modern, mahasiswa diharapkan mampu mematahkan stigma bahwa bank syariah tertinggal secara teknologi dibandingkan bank konvensional.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kami para mahasiswa untuk memahami bahwa ekonomi syariah bukan hanya soal ibadah, tapi soal profesionalisme dan inovasi teknologi yang kompetitif,” ujar salah satu peserta di lokasi.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara pengurus ASBISINDO dengan para delegasi mahasiswa yang tampak kompak mengenakan almamater dan seragam kebanggaan masing-masing, melambangkan persatuan akademisi Bengkulu demi kemajuan ekonomi umat.