
BENGKULU – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Islamic Center Masjid Raya Baitul Izzah pada Senin pagi (17/03/2025). Bukan tanpa alasan, ratusan mahasiswa dengan antusias memadati ruangan sejak pukul 08.30 WIB untuk memenuhi undangan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. Agenda besarnya: Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Kegiatan ini menjadi ajang “temu ilmu” yang segar bagi para mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Tak tanggung-tanggung, tiga program studi kunci—Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Islam—diterjunkan langsung untuk menyelami lebih dalam bagaimana mekanisme keuangan syariah bekerja di tengah arus digitalisasi saat ini.
Bukan Sekadar Teori
Jika di ruang kelas mahasiswa terbiasa dengan rumus dan kurva, dalam literasi kali ini Bank Indonesia membawa perspektif yang lebih nyata. Para peserta diajak membedah bagaimana prinsip syariah bukan hanya soal label, melainkan solusi bagi keadilan ekonomi dan ketahanan keuangan daerah.
“Kami ingin mahasiswa FEB tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi pemain utama yang paham betul cara kerja ekonomi syariah di lapangan,” ujar salah satu perwakilan BI Bengkulu di hadapan para peserta.
Energi Muda di Tengah Diskusi
Diskusi yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB ini jauh dari kesan kaku. Sesi tanya jawab menjadi bagian yang paling hidup, di mana mahasiswa dari prodi Akuntansi mempertanyakan transparansi keuangan, mahasiswa Manajemen berdiskusi tentang strategi bisnis halal, dan mahasiswa Ekonomi Islam mendalami filosofi akad-akad kontemporer.
Melalui kegiatan ini, BI Bengkulu berhasil mengubah suasana Islamic Center menjadi pusat pertukaran ide yang progresif. Harapannya sederhana namun bermakna: saat para mahasiswa ini melangkah keluar dari gedung pada tengah hari tadi, mereka tidak hanya membawa pulang sertifikat, tetapi juga semangat untuk memajukan ekonomi syariah di Bumi Rafflesia.